Faktor Risiko pada Kanker Payudara

Faktor Risiko pada Kanker Payudara

Orang sering bertanya tanya apa penyebab dari kanker payudara (breast cancer). Sama seperti semua jenis kanker, penyebab pasti sampai sekarang belum diketahui. Yang sudah diketahui adalah beberapa faktor resiko. Apa artinya faktor risiko?

Faktor resiko adalah segala sesuatu yang dapat mempengaruhi dan membuat seseorang mungkin menderita kanker payudara dikemudian hari.

Beberapa faktor resiko seperti usia atau riwayat keluarga, tidak dapat diubah, tetapi ada juga faktor risiko yang bisa diubah atau diperbaiki, seperti hal hal yang berhubungan dengan gaya hidup, contohnya merokok dan minum terlalu banyak minuman beralkohol.

Faktor resiko penting diketahui karena akan membantu memberikan informasi dalam usaha untuk mengurangi kemungkinan terkena kanker di kemudian hari.

Pada kanker payudara, berikut ini adalah faktor risiko yang penting diketahui:

Usia

Sejalan dengan bertambahnya usia, kemungkinan untuk menderita kanker pada seseorang menjadi lebih besar. Makin panjang usia seseorang, makin besar kemungkinan mandapatkan kanker. Data statistik dunia menunjukkan bahwa 75% dari semua kasus kanker payudara terjadi pada perempuan berumur lebih dari 50 tahun. Untuk perbandingan saja, data dari Rumah Sakit Dharmais menunjukkan bahwa usia rata-rata perempuan yang terkena kanker payudara yang berobat di RS Dharmais pada rentang waktu tertentu adalah 48 tahun.

Memiliki kerabat dengan kanker payudara

Adanya penyandang kanker payudara atau/dan kanker indung telur (ovarian cancer) yg dialami anggota keluarga dekat, menjadi indikasi kuat seseorang bisa saja suatu kali di hidupnya terkena kanker payudara, kemungkinannya sampai dua kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak punya saudara dekat yang menderita kanker payudara atau kanker indung telur (kanker indung telur hanya terjadi pada perempuan).

Seseorang akan dinilai mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk mendapatkan kanker payudara jika mempunyai ibu, saudara kandung perempuan, anak perempuan, ayah, anak laki-laki, saudara kandung laki-laki, tante atau keponakan yang pernah menderita kanker payudara atau kanker indung telur sebelum berumur 50 tahun. Tetapi perlu diperhatikan bahwa 9 (sembilan) dari 10 (sepuluh) orang yang terkena kanker payudara tidak pernah mempunyai anggota keluarga yang pernah sakit kanker payudara, jadi hanya sekitar 5-10% saja. Ini artinya dari 10 orang yang menyandang kanker payudara, hanya 1 yang diketahui disebabkan oleh faktor keturunan (hereditary factor).

Berat badan yang berlebihan

Umumnya, perempuan dengan berat badan berlebihan mempunyai resiko terkena kanker payudara yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka dengan berat badan yang ideal. Persoalan bertambahnya berat badan ini menjadi lebih penting lagi terutama pada waktu perempuan tersebut sudah masuk di masa menopause (tidak haid/menstruasi lagi), dimana perempuan cenderung makin bertambah berat badannya pada waktu menopause karena menurunnya kadar hormone estrogen di dalam badan.

Alkohol dan diet tinggi lemak

Beberapa penelitian menegaskan bahwa minum minuman ber alkohol lebih dari dua gelas per hari setiap hari, bisa meningkatkan resiko terkena kanker payudara. Perempuan yang pola makannya memngandung kadar lemak yang tinggi, resiko terkena kanker payudara akan lebih tinggi daripada mereka yang mempunyai kebiasaan sehari-hari makan makanan yang rendah lemak.

Obat-obat hormon

Penggunaan obat-obat yang mengandung hormon termasuk pil KB, suntik KB dan susuk KB, dicurigai bisa menaikkan resiko kemungkinan terkena kanker payudara.   Resiko kanker payudara bisa terjadi di tahun tahun penggunaan pil tersebut dan bahkan 10 tahun sesudah berhenti minum pil.

Demikian juga dengan mereka yang pernah menjalani terapi pengganti (sulih) hormon (Hormone replacement therapy (HRT))
- yaitu minum pil berisi hormon estrogen pada perempuan yang sudah menopause. Penggunaan HRT selama 5 (lima) tahun atau lebih biasanya di hubungkan dengan meningginya resiko terkena kanker payudara. Tinggi rendahnya resiko dari seseorang bervariasi tergantung dari keadaan kesehatan umum dan riwayat medis atau penyakit yang pernah di derita orang tersebut. Pada mereka yang berencana akan menggunakan HRT, dianjurkan untuk selalu membicarakan dengan dokter terlebih dahulu tentang segala resiko dan kemungkinan yang bisa terjadi dari penggunaan HRT.

Tidak pernah hamil

Resiko mendapatkan kanker payudara akan lebih besar pada perempuan yang hamil dan melahirkan anak pada usia relatif lanjut atau tidak pernah hamil sama sekali.
Perempuan yang pada waktu mempunyai anak pertama berusia muda biasanya mempunyai resiko rendah terkena kanker payudara. Sebaliknya, perempuan yang tidak pernah punya anak atau punya anak pertama pada usia yang lanjut biasanya mempunyai resiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

sumber: infokankerpayudara.wordpress.com

Have your say