Langka tapi Bisa Terjadi, Kanker Payudara pada Anak

Langka tapi Bisa Terjadi, Kanker Payudara pada Anak

Pengangkatan payudara pada kanker payudara lazimnya memang dialami oleh wanita dewasa yang sudah mengalami pubertas. Tapi, siapa sangka seorang gadis berusia 3 tahun harus menjalani operasi pengangkatan payudara akibat kanker yang dideritanya.

Aleisha Hunter dinyatakan sebagai penyandang kanker payudara termuda di Kanada. Ibunya menemukan ada benjolan kecil , sedikit keras dan seukuran kacang polong di payudara kanan putrinya ketika mandi saat berusia 2 tahun. Diapun berpikir itu mungkin hanya kista dan tidak berbahaya.

Namun semakin lama benjolan tersebut semakin membesar dan diapun bergegas ke Rumah Sakit untuk memeriksanya. Tidak disangka, sang putri terdiagnosa kanker payudara dan harus menjalani masektomi & membuang 16 kelenjar getah bening dari ketiaknya utk memastikan kankernya tidak menyebar.

Akhirnya setelah mencari tahu penyebab benjolan tersebut, saat usia 3 tahun dokter mendiagnosa Aleisha dengan juvenile breast carcinoma (kanker payudara remaja), yaitu bentuk kanker yang jarang terjadi. Menurut The National Institute for Health, kurang dari 5 persen kanker payudara invasif terjadi pada wanita di bawah usia 40 tahun. Dan ada sekitar 12,2 persen yang lahir hari ini akan mengalami kanker payudara selama hidupnya.

Nah ladies, jangan pernah meremehkan benjolan di sekitar payudara. Pastikan selalu melakukan DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA ya!

Pada stadium dini, kanker payudara bisa tak menunjukkan gejala tertentu. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan SADARI (Perikasa Payudara Sendiri) setiap bulan, 10 hari setelah masa haid berakhir.

Raba dengan teliti searah jarum jam payudara untuk mendeteksi adanya benjolan atau perubahan pada payudara.

Jika mengalami ketidaknyamanan dan perubahan yang sebelumnya tidak pernah ditemukan, segera periksakan diri ke dokter spesialis onkologi untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Kendati angka kejadian kanker payudara tinggi, tapi tingkat kesembuhannya juga tinggi. Bahkan bisa mencapai 90%. Hal ini disampaikan oleh Ketua PERABOI (Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia) dr Walta Gautama SpB(K)Onk.

Tentunya angka kesembuhan itu didapat jika bisa datang berobat pada stadium nol. Semakin tinggi stadiumnya maka semakin banyak pula modalitas terapi yang dibutuhkan dan semakin tinggi biaya yang harus dikeluarkan.

Yuk SADARI Sedari Dini

sumber: FB @reachtorecoverysurabaya, halodoc.com, pitapink-ykpi.or.id

Have your say